Polemik RUU Sisdiknas: Nasib Kesejahteraan Pendidik dan Lepasnya Tanggung Jawab Negara
Dhia Al Uyun dari Serikat Pekerja Kampus menjadi pemantik dalam diskusi bertajuk Bedah RUU Sisdiknas yang diselenggarakan oleh Forum Cendekia Pergerakan pada Sabtu (1/8/2026) malam.
Diskusi ini juga menghadirkan pakar, yakni Anindito Aditomo serta dipandu oleh Dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Murdianto.
Dalam diskusi ini, Dhia menguraikan nasib dosen dan guru yang secara struktural dipiskinkan dengan gaji berkisar Rp2-3 juta yang jauh di bawah kelayakan.
Dhia mengungkap temuan krusial pada Pasal 242 ayat 1, di mana disebutkan bahwa masyarakat ikut bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan. "Ini kacau. Tanggung jawab utama ada di negara, terutama mengingat amanat konstitusi untuk mengalokasikan 20 persen APBN. RUU ini bahayanya justru ingin melepaskan tanggung jawab itu kepada masyarakat," paparnya.
Selain itu, penyusutan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) menjadi hanya 3 standar dinilai akan kembali mengacak-acak kurikulum yang proses transisinya di lapangan bahkan belum usai. RUU ini juga ditengarai mengekang kampus, karena kebebasan akademik pendidik tak dijamin sementara kewajiban administratif terus menumpuk.
Menanggapi pertanyaan peserta diskusi mengenai nasib ribuan sekolah swasta berbasis ormas (seperti Ma'arif NU dan Muhammadiyah) jika standar gaji UMR diwajibkan, Dhia menegaskan bahwa tuntutan tersebut adalah penyediaan jaring pengaman batas bawah (safety net).
"Jika UMR diwajibkan, maka negara tidak boleh lepas tangan. Tanggung jawab untuk mensubsidi ada di pemerintah pusat dan daerah. Negara sebetulnya mampu mensubsidi jika tata kelolanya benar dan anggaran 20 persen APBN tidak melulu tersedot untuk birokrasi atau tunjangan pejabat atas," pungkasnya.
Serikat Pekerja Kampus (SPK) saat ini tengah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
Selengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/polemik-ruu-sisdiknas-nasib-kesejahteraan-pendidik-dan-lepasnya-tanggung-jawab-negara-YiKE4
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!