Kartini-Kartini Berserikat
Seberapa banyak pekerjaan perempuan di kampus yang tidak terlihat — dan tidak dihitung?
Jelang May Day, kami mengajak kalian bicara tentang invisible labor di institusi akademik: kerja emosional, mentoring informal, beban administratif yang tidak proporsional — dan mengapa perempuan akademisi perlu berserikat.
???? IG Live: Kartini² Berkebaya Berserikat
???? Rabu, 29 April 2026
???? 19.00 – 20.00 WIB
???? Instagram Live @phdmamaindonesia
????️ Bersama:
Kanti Pertiwi (Universitas Indonesia, Pengurus Serikat Pekerja Kampus (SPK) dan ALMI)
Nabiyla Risfa Izzati (Universitas Gadjah Mada, Pengurus SPK)
Fitri Hariana Oktaviani (Universitas Brawijaya)
Dipandu Moderator:
Hariati Sinaga (Universitas Indonesia, Sekjen SPK)
Diskusi ini adalah sekaligus bagian dari knowledge translation riset Pertiwi, Izzati, dan Oktaviani (2026) tentang pengalaman perempuan akademisi Indonesia — supaya temuannya tidak hanya hidup di jurnal, tapi juga di ruang-ruang percakapan kita.
Hadir, simak, tanya. Karena Kartini hari ini juga perlu solidaritas struktural. ????
???? Bersama: @TCID | @ALMI | @phdmamaindonesia
#InvisibleLabor #KartiniMasaKini #MayDay2025 #PerempuanAkademisi #BersekatBersama #AcademicLabor #IndonesianWomenInAcademia