Serikat Pekerja Kampus adalah Serikat pekerja yang mewadahi pekerja di bidang/sektor pendidikan tinggi

IKUTI KAMI:

Alamat SPK

Mari bergabung, atau tetap terhubung dengan kami untuk memperjuangkan nasib pekerja kampus.

shape
shape

SETAN-SETAN KAMPUS!

Post Image

SETAN-SETAN KAMPUS!

SETAN-SETAN KAMPUS!

Orasi Serikat Pekerja Kampus - Mayday 2026

Dosen adalah buruh!
Tenaga kependidikan, asisten peneliti, laboran, petugas kebersihan, OB, petugas keamanan adalah buruh!

Kita semua yang bekerja di lembaga pendidikan tinggi adalah pekerja kampus! Pekerja kampus adalah buruh!

Kita adalah buruh, bukan semata karena diupah dan bekerja kepada majikan.
Kita adalah buruh karena kita bukan pemilik dan tidak menguasai alat produksi.
Kita adalah buruh karena relasi kerja kita bersifat eksploitatif! Karena kita dieksploitasi!

Kita dibayar murah, sangat murah, tapi dibebani kerja-kerja administratif segudang!

Lalu kita dibungkam dan dijejali mantra-mantra pengabdian, pahala, surga dan neraka Kita dibungkam dan dijejali mantra-mantra harus tunduk pada senior, harus patuh pada atasan, harus nurut pada pejabat

Kita dibungkam dan dijejali mitos-mitos A S N adalah abdi negara, bukan buruh
Kita dibungkam dan dijejali mantra-mantra bahwa kritik sama dengan penghinaan, kritik sama dengan merendahkan senior, merendahkan atasan
Kita dibungkam dan dijejali mitos-mitos bahwa dosen adalah akademisi dan profesional yang status sosialnya lebih tinggi dari buruh dan bahwa melawan, protes dan demo bukanlah cara yang pantas dilakukan oleh dosen

Bohong kawan-kawan! Bohong!

Kita dibungkam dan dijejali mantra-mantra agar kita lupa bahwa upah kita telah dicuri, dirampok, dirampas oleh manajemen kampus, oleh negara, oleh yayasan!

Mereka yang ada di Istana, di DPR, di Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan tak rela kita sejahtera

Mereka yang ada di Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan, di DPR, yayasan- yayasan Perguruan Tinggi Swasta tak sudi kita bisa hidup layak, tak sudi pekerja kampus bisa sejahtera, bahagia dan hidup tenang meneliti, menulis, mengajarkan pengetahuan kepada rakyat, memproduksi pengetahuan yang berguna buat rakyat

Mereka membuat kita kelelahan dengan pekerjaan-pekerjaan sampingan kita agar kita lupa atau menjadi bodoh karena tidak punya lagi sisa waktu dan tenaga untuk membaca, meneliti dan menulis dengan serius menghasilkan pengetahuan yang berkualitas dan mengajarkannya kepada rakyat dan anak-anak rakyat pekerja

Mereka hanya peduli dengan IKU dan ukuran-ukuran semu pemeringkatan kampus agar menjadi kampus terbaik, agar menjadi kampus kelas dunia, agar menjadi kampus termegah se Alam Raya.

Tapi JAHANAM! itu hanya membuat ongkos pendidikan menjadi sangat mahal, tak terjangkau buat kelas pekerja, buat anak-anak kelas pekerja.

Mereka bilang ini KOMPETISI! Kita bilang ini EKSPLOITASI!

Mahalnya ongkos pendidikan tak berdampak pada kenaikan upah pekerja kampus. Kemana uang itu?
Karena mereka mengabaikan hak-hak pekerja kampus
Mereka menutup mata atas rendahnya upah pekerja kampus

Mereka pura-pura buta bahwa banyak pekerja kampus, termasuk dosen harus banting tulang melunasi KPR, mencicil beli laptop bahkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari

Mereka pura-pura tuli bahwa banyak pekerja kampus, termasuk dosen harus terpaksa bekerja serabutan sebagai tukang ojek, mengajar dari satu kampus ke kampus lain, bahkan harus berebut satu sama lain demi sesuap nasi

Mereka pura-pura bisu tak mau teriakkan nasib pekerja kampus, tak mau suarakan bahwa upah kita rendah, sangat rendah

Mereka tak punya hati bahwa masih banyak dan makin banyak pekerja kampus bekerja dengan status kerja tak jelas, sebagai kontrak, sebagai outsource dengan upah yang tak layak serta tak ada jaminan kepastian kerja

Karena kita tahu mereka yang duduk di Senayan, di Kementerian Keuangan, di Kementerian Pendidikan, di Istana dan pemilik yayasan di perguruan-perguruan tinggi swasta bukanlah manusia. Mereka tak punya mata, tak punya telinga, tak punya mulut dan tak punya hati untuk rakyat pekerja.

Mereka adalah setan-setan kampus yang hanya bisa menghisap rakyat pekerja, mengambil hak kita untuk dibagi-bagikan di antara sesama mereka saja.
Mereka adalah kapitalis atau bekerja untuk kapitalis
Mereka merampas, mencuri, merampok nilai lebih dari waktu kerja kita

Mereka merampas, mencuri, merampok nilai lebih dari tenaga kerja kita

Mereka bukan hanya pencuri, perampok uang rakyat Mereka bukan hanya pencuri, perampok nilai kerja kita Mereka adalah SETAN-SETAN kampus!

Mereka mencabik-cabik persatuan rakyat pekerja
Mereka mencabik-cabik persatuan pekerja kampus dengan membuat segudang ragam status kampus dan segudang ragam status ketenagakerjaan
Agar kita saling curiga, agar kita saling bersikut-sikutan sesama kita sendiri
Agar kita saling bertengkar berebut jam mengajar, berebut tukin, berebut uang receh
Agar kita tak bersatu
Lalu mereka beri jalan bagi tentara dan polisi masuk kampus
Preman berseragam yang membunuh rakyat yang melawan

Mengawasi jiwa-jiwa yang memberontak

Memata-matai pikiran-pikiran yang penuh amarah Marah pada setan-setan kampus

Kita harus bersatu
Jangan mudah tertipu rayuan mereka Pimpinan kampus yang seperti setan Pemerintah yang seperti setan Aparat yang seperti setan
Anggota DPR yang seperti setan

Jangan mudah terperdaya oleh mantra-mantra setan-setan kampus
Jangan mudah terhasut oleh setan-setan kampus yang membuat kita saling curiga satu sama lain
Kita harus bersatu sebagai pekerja kampus
Dosen, tendik, asisten peneliti, laboran, pustakawan, petugas kebersihan, OB, petugas keamanan adalah satu, sebagai pekerja kampus

Seluruh pekerja kampus bersatulah di dalam SPK
Kita semua berjuang untuk upah layak tanpa syarat dan tanpa tambahan beban kerja
Hanya jika kelas pekerja bersatu, kita bisa wujudkan upah layak untuk pekerja kampus Hanya jika kelas pekerja bersatu, kita bisa wujudkan upah layak untuk seluruh rakyat pekerja Hanya jika kelas pekerja bersatu, kita bisa wujudkan akses pendidikan yang layak, adil dan merata bagi seluruh rakyat pekerja
Hanya jika kelas pekerja bersatu, kita bisa sikat setan-setan kampus, setan-setan Senayan, setan-setan istana, setan-setan desa!
Hanya jika kelas pekerja bersatu, kita bisa tegakkan demokrasi, konstitusi dan supremasi sipil

Kita rakyat pekerja, kitalah yang berdaulat
Kita rakyat pekerja telah curahkan tenaga, cucurkan keringat
Dan itu yang membuat roda ekonomi kita, Indonesia, terus berputar
Karena buruh, ekonomi Indonesia tumbuh
Karena buruh, pemerintah punya sumber dana untuk mengelola negara
Karena pajak yang dibayarkan oleh rakyat, pemerintah punya sumber dana untuk mengelola negara

Tapi ke mana tumbuhnya ekonomi?
Ke mana dana yang dikelola negara itu?
Apa wujudnya?
Mengapa rakyat tetap miskin?
Mengapa rakyat pekerja semakin tidak layak kerjanya, upahnya dan hidupnya?

Setan-setan istana itu mengatakan bahwa mereka bekerja untuk rakyat
Setan-setan istana itu mengatakan program Makan Bergizi Gratis untuk sehatkan anak Setan-setan istana itu mengatakan program Koperasi Desa Merah Putih untuk sejahterakan warga di desa-desa, di kampung-kampung
Nyatanya, rakyat pekerja di kampung-kampung, di kota-kota tetap miskin, tetap jungkir balik memeras keringat untuk bertahan hidup
Karena pada kenyataannya, MBG, KDMP sekadar cara setan-setan istana itu membagi- bagikan rente di antara kroni-kroninya
MBG dan KDMP sekadar alat untuk konsolidasi kekuasaan dengan bagi-bagi rente

Lalu setan-setan istana itu berteriak kita antek asing karena kita berani melawan
Mereka berseru bahwa kita yang berani melawan harus ditertibkan
Bahkan preman berseragam dimobilisasi untuk membunuh mereka yang melawan, menyiram air keras ke muka mereka yang melawan
Dan itu semua menggunakan uang rakyat, keringat rakyat pekerja
Apa namanya itu kalau bukan pencurian? perampokan? dan kebiadaban?

Heii setan-setan istana
Kalian bilang kami antek-antek asing, padahal kalian sendiri yang rajin menunduk-nunduk, menjilat pada pembunuh rakyat Palestina
Dan lagi-lagi uang rakyat, setiap tetesan keringat rakyat pekerja digunakan untuk membiayai pembunuhan kepada rakyat pekerja di Palestina, di Lebanon dan di Iran lewat apa yang mereka sebut sebagai Board of Peace. Itu bukan Board of Peace, tapi BOARD OF MURDER!

Setan-setan istana berdansa-dansi jadi cecunguknya setan-setan imperialis Pembunuh rakyat Palestina! Pembunuh rakyat Iran! Pembunuh rakyat Lebanon!
Siapa yang antek-antek asing kalau sudah begini?
Setan-setan istana itu yang menjual negara kita, kedaulatan kita kepada setan-setan imperialis

Setan-setan istana menjilat setan-setan imperialis Setan-setan senayan menjilat setan-setan istana Setan-setan kampus menjilat setan-setan istana

Merekalah lawan kita
Merekalah yang membuat hidup kita tak layak, kerja dan upah kita tak layak Setan-setan itu adalah wujud kapitalisme

Hancurkan setan-setan kampus Hancurkan setan-setan Senayan Hancurkan setan-setan istana Hancurkan setan-setan imperialis

Hidup buruh!
Hidup pekerja kampus
Hidup mahasiswa
Hidup perempuan yang melawan Hidup pekerja rumah tangga Hidup petani
Hidup nelayan
Hidup rakyat pekerja
Hidup rakyat!

icon

Hubungi Kami

Mari Berdiskusi dan Sampaikan Kritik Maupun Saran

Hubungi Kami Sekarang
Image