Serikat Pekerja Kampus adalah Serikat pekerja yang mewadahi pekerja di bidang/sektor pendidikan tinggi

IKUTI KAMI:

Alamat SPK

Mari bergabung, atau tetap terhubung dengan kami untuk memperjuangkan nasib pekerja kampus.

shape
shape

Serikat Pekerja Kampus Hadir dalam Rangkaian Penutupan Seabad Pramoedya Ananta Toer

  • Beranda
  • Serikat Pekerja Kampus Hadir dalam Rangkaian Penutupan Seabad Pramoedya Ananta Toer
Post Image

Serikat Pekerja Kampus Hadir dalam Rangkaian Penutupan Seabad Pramoedya Ananta Toer

Serikat Pekerja Kampus (SPK) hadir dalam diskusi publik dalam rangkaian acara Penutupan Seabad Pramoedya Ananta Toer yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Jumat, (6/2/2026).

Sebelumnya, tepat setahun yang lalu SPK mengikuti perayaan 100 tahun Pramoedya Ananta Toer di lokasi yang sama.

"Pramoedya Ananta Toer adalah salah satu sastrawan sekaligus tokoh intelektual  dan kebudayaan besar di Indonesia. Pram dikenal dengan karya-karya yang kritis terhadap penguasa. Melalui karya-karya tersebut, Pram mengetuk hati nurani banyak orang. Bagi Pram, sastra merupakan bagian dari perjuangan melawan ketidakadilan," kata Koordinator SPK Wilayah Jabodektajur, Adek Risma Dedees yang hadir bersama belasan anggota.

Ia menambahkan, kiranya hal ini yang terus menginspirasi gerakan sosial masyarakat, termasuk Serikat Pekerja Kampus. SPK tidak hanya memperjuangkan kesejahteraan pekerja kampus, tetapi juga sebagai wadah bagi para kaum intelektual yang mampu berpikir dan bersikap kritis.

Rangkaian acara Penutupan Seabad Pramoedya Ananta Toer yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat terbagi dalam beberapa sesi.

Acara pertama adalah diskusi publik dengan pengantar acara, Aditya P. Ananta Toer. Kemudian sesi diskusi dengan pemantik Zen RS yang menghantarkan tema 'Pramoedya dan semangat perjuangan generasi muda masa kini'.

Kemudian Dewi Kharisma Michellia menghantarkan tema  'Pemikiran Pramoedya tentang perempuan atau bagaimana perempuan direpresentasikan di dalam karya Pramoedya Ananta Toer' dan ditutup oleh akademisi Melani Budianta dengan tema 'Pemikiran Poskolonial Pramoedya Ananta Toer'.  Berto Tukan menjadi moderator diskusi ini.

Selanjutnya pemutaran film dokumenter Pram. Dan ditutup dengan memorial lecture oleh Hilmar Farid.

 

icon

Hubungi Kami

Mari Berdiskusi dan Sampaikan Kritik Maupun Saran

Hubungi Kami Sekarang
Image